Catatan Awal 1
Semua kenyataan cultural adalah tanda. Kita memang hidup
di dunia yang penuh dengan tanda dan diri kitapun bagian dari tanda itu
sendiri.
Tanda-tanda tersebut kemudian dimaknai sebagai wujud
dalam memahami kehidupan. Manusia melalui kemampuan akalnya berupaya
berinteraksi dengan menggunakan tanda sebagai alat untuk berbagai
tujuan, salah satu tujuan tersebut adalah untuk berkomunikasi dengan
orang lain sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan.
Komunikasi bukan hanya sebagai proses, melainkan komunikasi sebagai pembangkitan makna (the generation of meaning) . Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, setidaknya orang lain tersebut memahami maksud pesan kita, kurang kebih secara tepat. Supaya komunikasi dapat terlaksana, maka kita harus membuat pesan dalam bentuk tanda (bahasa, kata). Pesan-pesan yang kita buat, medorong orang lain untuk menciptakan makna untuk dirinya sendiri yang terkait dalam beberapa hal dengan makna yang kita buat dalam pesan kita. Semakin banyak kita berbagi kode yang sama, makin banyak kita menggunakan sistim tanda yang sama, maka makin dekatlah “makna” kita dengan orang tersebut atas pesan yang datang pada masing-masing kita dengan orang lain tersebut.
Semiotika merupakan bidang studi tentang tanda dan cara
tanda-tanda itu bekerja (dikatakan juga semiologi). Dalam memahami
studi tentang makna setidaknya terdapat tiga unsur utama yakni; (1)
tanda, (2) acuan tanda, dan (3) pengguna tanda. Tanda merupakan sesuatu
yang bersifat fisik, bisa dipersepsi indra kita, tanda mengacu pada
sesuatu di luar tanda itu sendiri, dan bergantung pada pengenalan oleh
penggunanya sehingga disebut tanda. Misalnya; mangacungkan jempol
kepada kawan kita yang berprestasi. Dalam hal ini, tanda mengacu
sebagai pujian dari saya dan ini diakui seperti itu baik oleh saya
maupun teman saya yang berprestasi. Makna disampaikan dari saya kepada
teman yang berprestasi maka komunikasi pun berlangsung.
http://azizcastro.blogspot.com